PEKANBARU – Suasana kampus Universitas Sains dan Teknologi Indonesia (USTI) di Pekanbaru pekan ini dipenuhi dengan agenda evaluasi yang intensif. LPM USTI secara resmi membuka kegiatan Monev AMI Tahun Akademik 2024-2025, yang berlangsung sejak Senin (19/1/2026) hingga Jumat (23/1/2026). Berbeda dengan sekadar pemeriksaan administratif, Monev kali ini dirancang sebagai proses deep dive (penyelaman mendalam) untuk mengevaluasi efektivitas implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) di setiap unit.
Berdasarkan dokumen timeline resmi yang dirilis panitia, jadwal audit tersusun rapi dan komprehensif. Pada hari pertama, Senin, fokus audit tertuju pada unit strategis seperti LPM, Prodi Teknik Informatika, dan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM). Hari Selasa bergeser ke unit penunjang teknis akademik seperti UPT Laboratorium, PDPT, PR-K-HI, dan BPAAKA.
"Kami mendesain jadwal ini agar proses berjalan efisien namun tidak terburu-buru. Setiap unit diberi ruang yang memadai untuk presentasi dan diskusi. Tujuannya bukan untuk mencari kesalahan, tetapi untuk menemukan celah perbaikan dan berbagi praktik baik antar unit," jelas Dr. Susi Erlinda, M.Kom., Kepala Divisi Penjaminan Mutu Internal USTI yang menjadi motor penggerak operasional kegiatan ini.
Hari Rabu menjadi hari bagi unit pendukung teknologi informasi dan pengetahuan, yakni UPT TIK dan UPT Perpustakaan, serta Program Studi Teknik Informatika (TIF). Kamis diisi audit untuk unit administrasi dan layanan khusus seperti UBK, BAUKKS, MACC, dan LAM-KI. Puncak kegiatan di hari Jumat difokuskan pada sejumlah program studi sarjana, yaitu Pendidikan Teknologi Informasi (PTI), Teknik Logistik (TILOG), Sistem Informasi (SI), dan Informatika Medis (INFOMED).
Karpen, M.Kom., Ketua LPM USTI, menegaskan bahwa kegiatan ini memiliki relevansi strategis yang tinggi. "USTI adalah buah transformasi dari STMIK Amik Riau menuju universitas yang lebih kompleks. AMI adalah alat vital untuk memastikan bahwa transformasi ini tidak hanya pada nomenklatur, tetapi benar-benar pada peningkatan mutu di semua lini. Hasil Monev ini akan menjadi peta jalan menuju akreditasi yang lebih baik dan kepercayaan publik yang lebih tinggi," ujarnya saat dikonfirmasi melalui situs resmi kampus, www.usti.ac.id.
Kegiatan ini melibatkan tim auditor internal yang telah mengikuti pelatihan dan bersertifikasi. Metode yang digunakan tidak hanya review dokumen, tetapi juga observasi lapangan, wawancara mendalam dengan pimpinan unit, dosen, tenaga kependidikan, serta sampling terhadap mahasiswa. Setiap temuan, baik kekuatan maupun area perbaikan, akan dicatat secara objektif untuk kemudian dirumuskan menjadi rekomendasi tindak lanjut.
Pelaksanaan Monev AMI yang terjadwal rapi ini menunjukkan kedewasaan tata kelola di USTI. Sebagai institusi yang berkembang pesat, mekanisme penjaminan mutu yang rutin dan transparan menjadi kunci untuk memastikan pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan. Proses ini juga menjadi wahana pembelajaran organisasi bagi seluruh sivitas akademika.
Diharapkan, output dari kegiatan lima hari ini tidak berakhir sebagai laporan yang disimpan rapi, melainkan menjadi dokumen hidup yang memandu perbaikan berkelanjutan (continuous improvement) di seluruh unit kerja USTI. Dengan demikian, USTI semakin memperkokoh posisinya sebagai salah satu perguruan tinggi sains dan teknologi terdepan di wilayah Sumatera, yang siap bersaing secara nasional.
Melalui Monev AMI 2026 yang sistematis dan menyeluruh, USTI di bawah pimpinan LPM (Karpen, M.Kom.) dan tim teknis (Dr. Susi Erlinda, M.Kom.) mengirimkan sinyal kuat tentang pentingnya budaya mutu. Dari unit pimpinan puncak hingga program studi, semangat untuk dievaluasi dan diperbaiki menjadi nilai utama yang diusung, menandai kematangan institusi hasil transformasi ini dalam mengemban amanah pendidikan tinggi. (E2r)