Pekanbaru, 9 Januari 2026 – Rektor Universitas Sains dan Teknologi Indonesia (USTI), Assoc. Prof. DR. Lusiana, S.Kom, M.Kom, terpilih menjadi salah satu pimpinan perguruan tinggi swasta (PTS) yang diundang secara resmi oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, untuk menghadiri acara Taklimat dan Dialog di Istana Negara, Jakarta. Undangan ini merupakan bagian dari agenda nasional Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) dalam rangka memperkuat peran perguruan tinggi mendukung pencapaian Asta Cita pemerintahan.

Berdasarkan surat resmi Nomor 0013/B/KS.11/2026 tanggal 9 Januari 2026 yang dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, acara yang bertajuk “Manusia, Pendidikan Tinggi, dan Sains untuk Kebangkitan Indonesia” ini akan digelar pada Kamis, 15 Januari 2026.

USTI, yang berlokasi di Jalan Purwodadi Indah, Panam, Pekanbaru, tercatat dalam lampiran surat sebagai salah satu dari 8 perguruan tinggi undangan dari Provinsi Riau dan Kepulauan Riau. Kehadiran USTI dalam forum nasional ini menandakan pengakuan atas kontribusi dan perkembangan institusi pendidikan tersebut di kancah nasional. USTI sendiri merupakan transformasi dari STMIK Amik Riau, yang kini terus mengembangkan diri dalam bidang sains, teknologi, dan informatika.

Dalam surat yang ditandatangani oleh Dirjen Pendidikan Tinggi, disebutkan bahwa acara ini bertujuan untuk “penguatan peran perguruan tinggi untuk mendukung pencapaian Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden RI.” Hal ini sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya sumber daya manusia, ilmu pengetahuan, dan teknologi sebagai pilar kebangkitan Indonesia.

Undangan ini tidak hanya diikuti oleh USTI, melainkan juga ratusan pimpinan PTS dari seluruh Indonesia, yang terbagi dalam 17 wilayah LLDikti. Dari Sumatera hingga Papua, daftar panjang peserta mencerminkan komitmen pemerintah untuk mendengar langsung aspirasi dan peran strategis dunia pendidikan tinggi swasta dalam pembangunan nasional.

Bagi USTI, keikutsertaan dalam forum ini merupakan kesempatan yang baik untuk memperkuat jaringan, menyuarakan inovasi pendidikan dan teknologi, serta berkontribusi dalam perumusan kebijakan pendidikan tinggi yang lebih relevan dengan kebutuhan era digital. Transformasi dari STMIK Amik Riau menjadi USTI menunjukkan langkah evolutif yang sejalan dengan semangat peningkatan kualitas dan relevansi institusi pendidikan.

Acara ini juga akan dihadiri oleh Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) seluruh Indonesia, yang bertindak sebagai fasilitator antara pemerintah pusat dan perguruan tinggi di daerah.

Dengan diikutsertakannya USTI dalam agenda istana, diharapkan akan terbuka peluang lebih luas bagi pengembangan akademik, penelitian terapan, dan kerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan nasional. Assoc. Prof. DR. Lusiana diharapkan dapat menyampaikan gagasan serta praktik baik yang telah diimplementasikan USTI, khususnya dalam mengintegrasikan pendidikan teknologi dengan nilai-nilai sosiohumaniora.

Kehadiran Rektor USTI di Istana Negara bukan sekadar undangan seremonial, tetapi bagian dari gerakan kolektif pendidikan tinggi Indonesia menuju kebangkitan berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi yang inklusif, berkelanjutan, dan berdaya saing global. (E2r)