PEKANBARU, 23 Januari 2026 – Universitas Sains dan Teknologi Indonesia (USTI) Pekanbaru dan SMKN 1 Ujung Batu, Kabupaten Rokan Hulu, secara resmi menjalin kemitraan melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU), Jumat pagi tadi. Kerja sama ini bertujuan menyinergikan dunia pendidikan tinggi dengan sekolah menengah kejuruan (SMK) dalam bidang teknik logistik, menciptakan rantai pembelajaran yang berkesinambungan bagi siswa.

MoU  ini lahir dari inisiatif dan terobosan Alyani Rahma Putri, S.T., M.T., selaku Ketua Program Studi Teknik Logistik USTI. Gagasan untuk membangun jembatan antara kampus dan SMK di wilayah Rokan Hulu kemudian mendapat respons cepat dari jajaran pimpinan universitas. Edwar Ali, Kabag Public Relation, Kerjasama, dan Hubungan Internasional USTI, mengambil alih untuk mematangkan dan mempersiapkan seluruh administrasi serta substansi dokumen, hingga akhirnya MoU dapat terealisasi.

Acara penandatanganan berlangsung khidmat di Ruang Rektor USTI, dihadiri oleh perwakilan dari kedua institusi. Rombongan SMKN 1 Ujung Batu yang dipimpin oleh Kepala Sekolah, Sardeni, S.Pd., M.I.P., disambut dengan hangat oleh Rektor USTI, Assoc. Prof. DR. Lusiana, S.Kom., M.Kom.

“Kolaborasi ini bukan sekadar seremonial. Ini adalah komitmen kami untuk turut serta membangun sumber daya manusia unggul, khususnya di Riau, sejak dari jenjang SMK. Kami membuka pintu lebar untuk pertukaran pengetahuan, pemanfaatan laboratorium, dan tentunya menjadi tujuan melanjutkan studi bagi lulusan SMKN 1 Ujung Batu yang kompeten,” ujar  Lusiana dalam sambutannya. 

Dari USTI, hadir pula Wakil Rektor II Bidang Administrasi Umum dan Keuangan, Unang Rio, M.Kom., serta dua dosen Teknik Logistik, Muthi Maitsa Zulfatri, S.T., M.T. dan Wilujeng, S.T., M.T. Pertemuan tersebut berlangsung produktif dengan membahas banyak hal konkret yang sangat nyata dieksekusi dalam waktu dekat.

Pihak SMKN 1 Ujung Batu, menyampaikan apresiasi dan antusiasmenya. “Ini merupakan angin segar bagi kami. Dengan MoU ini, siswa-siswi kami terutama dari kompetensi keahlian yang relevan, mendapatkan akses dan perspektif baru dari lingkungan perguruan tinggi. Kami berharap kerja sama ini dapat wujud dalam bentuk guest teaching dari dosen USTI, kunjungan industri bersama, dan bimbingan teknis untuk guru dan siswa,” tuturnya.

Beberapa poin utama yang disepakati dalam forum tersebut mencakup:

  1. Implementasi Kurikulum dan Magang. USTI akan memberikan masukan untuk pengembangan kurikulum SMK agar selaras dengan kebutuhan industri dan dunia perguruan tinggi. Siswa SMK juga berpeluang mengikuti magang atau project work di lingkungan USTI.

  2. Peningkatan Kapasitas Guru. Pelatihan dan pendampingan bagi guru produktif SMKN 1 Ujung Batu oleh dosen-dosen ahli USTI.

  3. Sharing Resources. Pemanfaatan bersama fasilitas seperti laboratorium dan perpustakaan digital.

  4. Jejaring Karir dan Studi Lanjut. USTI akan memfasilitasi informasi tentang peluang karir di bidang logistik dan beasiswa bagi lulusan SMKN 1 Ujung Batu yang ingin melanjutkan studi di USTI.

Inisiatif dari Kaprodi Alyani ini dinilai sebagai langkah progresif yang menjawab tantangan link and match pendidikan vokasi. Kerja sama ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kompetensi siswa SMK, tetapi juga memperkaya pengalaman mengajar dan riset terapan para dosen USTI dengan kondisi riil di lapangan pendidikan menengah kejuruan. (E2r)