PEKANBARU – Universitas Sains dan Teknologi Indonesia (USTI) secara resmi memperluas kontribusinya dalam dunia publikasi ilmiah dengan meluncurkan dua jurnal baru. Peluncuran ini menandai langkah strategis Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) USTI untuk membangun ekosistem penelitian yang lebih kolaboratif dan berdampak luas.

Pengumuman tersebut disampaikan langsung oleh Rometdo Muzawi, M.Kom, selaku Ketua Pengelola Jurnal USTI, dalam pertemuan dengan para dosen. "Ini merupakan komitmen kami untuk menyediakan platform yang lebih beragam bagi diseminasi hasil pemikiran, riset, dan pengabdian yang dilakukan oleh sivitas akademika, tidak hanya di lingkungan USTI tetapi juga secara nasional dan internasional," ujar Rometdo.

Kedua jurnal baru tersebut adalah Innovative Multidisciplinary Research Journal (IMRJ) dan Jurnal Kolaborasi Pengabdian (JKP). Dengan penambahan ini, USTI kini secara resmi mengelola lima jurnal ilmiah, di mana tiga jurnal sebelumnya—SATIN, JAIA, dan J-PEMAS—telah lebih dulu mapan dan tersertifikasi SINTA.

Dr. Torkis Nasution, M.Kom, Ketua LPPM USTI, menyatakan bahwa peluncuran ini sejalan dengan visi universitas untuk menjadi research university yang unggul. "Kehadiran IMRJ dan JKP bukan sekadar menambah jumlah, tetapi melengkapi spektrum keilmuan yang kami dukung. Kami ingin mendorong riset-riset interdisipliner yang solutif dan mengangkat praktik pengabdian yang kolaboratif sebagai bagian integral dari Tri Dharma," jelas Dr. Torkis.

Ia menekankan bahwa semua jurnal di bawah LPPM USTI dikelola dengan standar ketat, termasuk proses peer-review yang kompeten, untuk menjamin kualitas dan orisinalitas setiap artikel yang terbit. Informasi lengkap dan pedoman penulisan untuk seluruh jurnal dapat diakses di portal resmi: journal.usti.ac.id.

Mengenal Dua Jurnal Baru: IMRJ dan JKP 

1. Innovative Multidisciplinary Research Journal (IMRJ)
Jurnal ini dirancang sebagai wadah bagi pemikiran inovatif yang melampaui batas disiplin ilmu tradisional. IMRJ fokus pada penerbitan temuan penelitian yang aplikatif dan mampu berkontribusi pada pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan masyarakat.

"IMRJ secara khusus menyambut naskah yang menawarkan kebaruan, kontribusi signifikan, dan perspektif kritis berbasis karya empiris," seperti tertulis dalam deskripsi resminya.

Jurnal yang terbit dua kali setahun (Januari dan Juni) ini membuka ruang bagi peneliti, akademisi, praktisi, dan mahasiswa dari berbagai latar, mulai dari sains-teknologi, sosial-humaniora, ekonomi, pendidikan, hingga kesehatan. Pendekatan multidisiplin ini diharapkan dapat menjawab tantangan global yang kompleks.

2. Jurnal Kolaborasi Pengabdian (JKP)
Jika IMRJ berfokus pada riset, JKP hadir dengan misi khusus: mendokumentasikan dan menyebarluaskan praktik terbaik pengabdian kepada masyarakat. Jurnal ini menekankan aspek kolaborasi lintas disiplin dan orientasi penerapan iptek untuk kesejahteraan dan kemandirian masyarakat.

JKP terbuka bagi karya pengabdian berbasis riset terapan, pelatihan, pemberdayaan masyarakat, pendampingan UMKM, pengembangan teknologi tepat guna, serta solusi kreatif berbasis ilmu pengetahuan.

JKP terbit setiap Februari dan Agustus, dan ditujukan sebagai platform berbagi inovasi dan pengalaman antara dosen, peneliti, praktisi, dan komunitas.

Kehadiran dua jurnal baru ini berdiri di atas fondasi yang sudah kuat. Sebelumnya, LPPM USTI telah berhasil mengelola tiga jurnal yang telah diakui secara nasional melalui sistem akreditasi SINTA Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

Ketiga jurnal ini telah memiliki jejak digital yang baik, terindeks di Google Scholar, Garuda, Crossref, dan Neliti. Keberhasilan pengelolaannya menjadi bukti kapabilitas tim yang kini juga akan mengelola IMRJ dan JKP.

Rometdo Muzawi, yang juga tercatat sebagai Editor in Chief untuk kelima jurnal tersebut, menjelaskan strategi pengembangannya. "Kami membangun sebuah 'keluarga jurnal' di mana masing-masing memiliki spesialisasi, namun saling melengkapi. SATIN dan JAIA telah menjadi andalan di bidang teknologi informasi dan AI yang spesifik. Kini, dengan IMRJ, kami menjembatani TI dengan disiplin lain. Sementara JKP dan J-PEMAS akan fokus pada pengabdian, dengan JKP lebih menekankan pada dimensi kolaboratifnya," paparnya.

Langkah selanjutnya adalah mempersiapkan proses akreditasi SINTA untuk kedua jurnal baru tersebut, sekaligus memperkuat jaringan mitra bestari dan penulis. "Kami mengundang semua akademisi dan peneliti untuk berkontribusi. Mari bersama-sama membangun reputasi jurnal ini menjadi platform yang kredibel dan diakui," ajak Rometdo.

Para dosen USTI menyambut baik inisiatif ini. Junadhi, M.Kom, Dekan/dosen Fakultas Teknik dan Informatika USTI, mengungkapkan, "Kehadiran IMRJ sangat relevan dengan riset saya yang melibatkan aspek teknik, manajemen, dan sosial. Selama ini sering kesulitan mencari jurnal yang tepat karena risetnya lintas batas."

Peluncuran Innovative Multidisciplinary Research Journal (IMRJ) dan Jurnal Kolaborasi Pengabdian (JKP) bukan sekadar ekspansi kuantitas, melainkan sebuah penajaman strategi. USTI menunjukkan keseriusannya dalam membangun budaya meneliti, menulis, dan mengabdi yang terintegrasi dan berdampak nyata.

Dengan keberadaan kelima jurnalnya, Kampus yang berada di Kawasan Purwodadi, Pekanbaru kini memiliki rangkaian alat yang komprehensif untuk mendorong produktivitas dan kualitas karya ilmiah bagi sivitas akademika, sekaligus berkontribusi lebih besar pada khazanah ilmu pengetahuan nasional. Semua informasi, mulai dari ruang lingkup, template penulisan, hingga proses submit, dapat diakses secara terbuka di journal.usti.ac.id. (E2r)